Kelompok dalam Organisasi

A.  Pengertian Kelompok dalam Organisasi

Kelompok adalah kumpulan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi untuk suatu tujuan tertentu yang dipahami bersama. Kelompok di buat sosial dimana anggota-anggotanya yang saling tergantung, dan setidak-tidaknya memiliki potensi untuk melakukan interaksi satu sama lain. kelompok disusun oleh organisasi dengan tujuan untuk menjalankan berbagai pekerjaan atau tugas yang terkait dengan pencapaian tujuan organisasi Kelompok merupakan kumpulan yang beranggotakan lebih dari satu orang, yang berarti adanya karakteristik yang berbeda dari setiap orang, serta adanya tujuan bersama yang ingin dicapai.

Kelompok  di bagi menjadi dua jenis yaitu, kelompok Formal dan Informal.

Kelompok Formal
Kelompok Formal adalah kelompok yang dibentuk atau disusun secara resmi oleh manajer dimana kelompok tersebut diberikan tugas dan pekerjaan yang terkait dengan pencapaian tujuan organisasi.

Contoh kelompok formal ialah; organisasi badan-badan pemerintah yaitu, Organisasi Badan Pengatur Penyediaaan dan Pendistribusian BBM.

Kelompok Informal
Kelompok Informal adalah kelompok yang disusun atau tersusun dengan sendirinya ketika beberapa anggota dari organisasi yang kegiatannya biasanya tidak terkait langsung dengan rencana-rencanarutin dari organisasi, namun secara tidak langsung akan mempengaruhi kinerja dari orang-orang dalam organisasi.

Contoh kelompok formal ialah; kelompok yang dimiliki user dalam situs jejaring sosial seperti facebook

B.  Peran Individu dalam Kelompok
Kinerja organisasi sangat tergantung pada kinerja individu yang ada di dalamnya. Seluruh pekerjaan dalam organisasi itu, para anggotalah yang menentukan keberhasilannya. Sehingga berbagai upaya meningkatkan produktivitas organisasi harus dimulai dari perbaikan produktivitas anggota. Oleh karena itu, pemahaman tentang perilaku organisasi menjadi sangat penting dalam rangka meningkatkan kinerjanya.

Anggota sebagai individu ketika memasuki organisasi akan membawa kemampuan, kepercayaan pribadi, pengharapan-pengharapan, kebutuhan dan pengalaman masa lalunya sebagai karakteristik individualnya. Oleh karena itu, maaf-maaf kalau kita mengamati anggota baru di kantor. Ada yang terlampau aktif, maupun yang terlampau pasif. Hal ini dapat dimengerti karena anggota baru biasanya masih membawa sifat-sifat karakteristik individualnya.

Setiap anggota mempunyai karakteristik yang berbeda, karakteristik ini menurut Thoha (1983), akan berinteraksi dengan tatanan organisasi seperti: peraturan dan hirarki, tugas-tugas, wewenang dan tanggung jawab, sistem kompensasi dan sistem pengendalian. Hasil interaksi tersebut akan membentuk perilaku-perilaku tertentu individu dalam organisasi. Oleh karena itu penting bagi manajer untuk mengenalkan aturan-aturan organisasi kepada anggota baru.

Pada tingkat individu, jika anggota merasa bahwa organisasi memenuhi kebutuhan dan karakteristik individualnya, ia akan cenderung berperilaku positif. Tetapi sebaliknya, jika anggota tidak merasa diperlakukan dengan adil, maka mereka cenderung untuk tidak tertarik melakukan hal yang terbaik (Cowling dan James, 1996) Untuk itu, ketika seseorang mempunyai ketertarikan yang tinggi dengan pekerjaan, seseorang akan menunjukkan perilaku terbaiknya dalam bekerja (Duran-Arenas et.al, 1998).

Selanjutnya menurut Cowling dan James; tidak semua individu tertarik dengan pekerjaannya. Akibatnya beberapa target pekerjaan tidak tercapai, tujuan-tujuan organisasi tertunda dan kepuasan dan produktivitas anggota menurun.

Di lain pihak, organisasi berharap dapat memenuhi standar-standar sekarang yang sudah ditetapkan serta dapat meningkat sepanjang waktu. Masalahnya adalah cara menyelaraskan sasaran-sasaran individu dan kelompok dengan sasaran organisasi, dan jika memungkinkan, sasaran organisasi menjadi sasaran individu dan kelompok. Untuk itu diperlukan pemahaman bagaimana orang-orang dalam organisasi itu bekerja serta kondisi-kondisi yang memungkinkan mereka dapat memberikan kontribusinya yang tinggi terhadap organisasi.

C.  Pengalaman dalam Kelompok
kelompok dalam mengerjakan tugas yang di buat oleh dosen dan di berikan kepada mahasiswa dalam lingkup yang kecil.

Jangan lupa untuk meninggalkan jejak di CATATAN PENGUNJUNG

About these ads

saya cinta Indonesia

Ditulis dalam Artikel, GUNADARMA, Soft Skill

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

STATISTIK
  • 207,511 Kunjungan
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 132 pengikut lainnya.