Monas, Nasibmu Kini

Sebuah monumen yang menjulang tinggi seolah menusuk angkasa , tegak berdiri dengan kokohnya serta berlatar gedung-gedung pencakar langit , tepat di titik terpusat ibu kota negri ini. inilah monumen nasional atau yang lebih kita kenal sebagai Monas yang juga menjadi simbol perjuangan rakyat indonesia dalam melawan penjajah dan merebut kemerdekaan.

Layaknya sebuah penghormatan maupun kebanggaan negrinya, Monas dibangun dilahan seluas 800 hektar dengan tinggi 137 meter dan pada puncaknya dihiasi patung perunggu berbentuk lidah api berdiameter 6 meter seberat 14500 kilo gram yang disusun dari 77 bagian yang disatukan serta bersepuh 32 kilo gram emas murni dengan semboyan “API NAN TAK KUNJUNG PADAM” mengartikan simbol semangat perjuangan segenap bangsa indonesia yang tak pernah usai.

Di tengah bising dan semerawutnya kondisi kota jakarta, Monas tetaplah terlihat asri dan indah dengan taman kota yang mengelilinginya serta kolam-kolam yang juga menyegarkan pesonanya. Tak senasib dengan monumen lain yang tak kalah pentingnya.

Sebagai sebuah Monumen Nasional, tentulah Monas menjadi suatu simbol besar yang melambangkan siapa itu Indonesia. Namun banyak orang pribumi sendiri yang tidak mengetahui maksud dan arti dari bentuk Monas itu sendiri. Ada yang mengatakan bahwa bentuknya menyerupai obor raksasa, Tombak besar dan bahkan ada yang mengatakan bentuknya menyerupai Mercusuar karna di cawan puncak teratas kita hanya dapat melihat-lihat kota jakarta keberbagai penjuru tanpa ada sesuatu yang mengingatkan kita akan semangat perjuangan dulu kala, seolah hanya menjadi menara pengawas aktifitas ibu kota setiap waktu.

Padahal maksud dari bentuk monas adalah sebuah alu dan lumbung yang mengartikan simbol kesuburan dan kemkamuran. Namun dimana bentuk bangunan yang mengartikan “mengenang perjuangan bangsa indonesia melawan penjajah..?”sehingga banyak orang dibuat bingung oleh bentuknya. Bukankah alu dan lumbung justru menyimbolkan bahwa bangsa indonesia adalah negara yang hanya memikirkan perut ?.

Patung perunggu berbentuk lidah api yang berada di puncak teratas tugu menyimbolkan semangat juang yang tak kenal menyerah. Namun tak jelas terlukis perjuangan apa dan untuk apa. Apakah maksud perjuangan tersebut adalah untuk meraih kekayaan ?, karena bila kita pikir patung tersebut berlapisi banyak emas.

Fungsi Monumen Nasional sebagai bangunan sakral bangsa ini telah berubah fungsi menjadi tempat untuk masyarakat berolah raga, tempat berekreasi di akhir pekan , bahkan menjadi tempat pertunjukan pentas musik akbar di akhir tahun. Lalu dimana nilai sakral Monas sebagai tempat mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa ?.

Jelas berdirinya Monas menjadi daya tarik tersendiri bagi berdirinya banyak gedung megah di sekitar taman monas yang juga menjadi pendongkrak perekonomian bangsa serta berkembangnya kehidupan kota menjadi megepolitan.apakah itu yang menjadi fungsi keberadaan Monas sebagai Monumen bangsa….?

Karya : Irwo Sasongko

Jangan lupa untuk meninggalkan jejak di CATATAN PENGUNJUNG

sumber : http://arsitektur.blog.gunadarma.ac.id/?p=163

saya cinta Indonesia

Ditulis dalam Artikel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

STATISTIK
  • 255,135 Kunjungan