Daftar kosakata bahasa Indonesia yang sering salah dieja

Kosakata bahasa Indonesia yang sering salah dieja adalah kata-kata dalam bahasa Indonesia yang tidak baku, yang sering rancu, salah dieja, memiliki standar berlainan, berubah standar, dan sering salah berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dikategorikan untuk memudahkan pencarian.

Kata majemuk

Ditulis serangkai, Kata-kata ini harus ditulis serangkai, namun kadang-kadang salah ditulis dan dipisah menjadi dua kata.

Benar

Salah

adakalanya ada kalanya
akhirulkalam akhirul kalam
alhamdulillah alham dulillah
apabila apa bila
astagfirullah astag firullah
bagaimana bagai mana
barangkali barang kali
bilamana bila mana
bismillah bis millah
beasiswa bea siswa
belasungkawa bela sungkawa
bumiputra bumi putra
daripada dari pada
darmabakti darma bakti
darmasiswa darma siswa
dukacita duka cita
halalbihalal halal bihalal
hulubalang hulu balang
kacamata kaca mata
kasatmata kasat mata
kepada ke pada
keratabasa kerata basa
kosakata kosa kata
lokakarya loka karya
manakala mana kala
manasuka mana suka
mangkubumi mangku bumi
marabahaya mara bahaya
matahari mata hari
olahraga olah raga
padahal pada hal
paramasastra parama sastra
puspawarna puspa warna
radioaktif radio aktif
sastramarga sastra marga
saputangan sapu tangan
saripati sari pati
sebagaimana sebagai mana
sediakala sedia kala
segitiga segi tiga
silaturahmi silatu rahmi
sukacita suka cita
sukarela suka rela
sukaria suka ria
syahbandar syah bandar
titimangsa titi mangsa
wali kota walikota
wasalam wa salam

Ditulis terpisah

  • Alih tugas, anak emas, beri tahu, duta besar, hancur lebur, ibu kota, juru tulis, kambing hitam, kerja sama, lipat ganda, rumah sakit umum, salah duga, sepak bola, serba guna, tanda tangan, tanggung jawab, tata bahasa, temu wicara, tepuk tangan,
  • Jika diberi imbuhan konfiks (awalan dan akhiran), penulisannya dirangkai, misalnya: pemberitahuan, melipatgandakan, kutandatangani, dipertanggungjawabkan, kauhancurleburkan, dll.

</ref>

Bentuk terikat

Selain itu ada pula kategori ‘bentuk terikat’. Kata “antar” adalah salah satu contoh bentuk terikat yang jika digabungkan dengan bentuk dasar maka penulisannya harus disatukan. Jika diikuti dengan kata dasar, bentuk terikat ditulis tanpa jeda (spasi), namun apabila digabungkan dengan bentuk turunan (kata berimbuhan), maka penulisannya harus dipisah. Contoh bentuk terikat lain di antaranya:

  • Dari bilangan angka bahasa Sanskerta: eka-, dwi-, tri-, catur-, panca-, sapta-, dasa-, dan sebagainya.

Contoh, silakan dilengkapi

Benar

 

 

Salah

ekabahasa eka bahasa
dwibahasa dwi bahasa
tridarma tri darma
tritunggal tri tunggal
caturwarga catur warga
caturwulan catur wulan
pancaindra panca indra
Pancasila Panca Sila
saptakrida sapta krida
saptaopesona sapta pesona
dasatitah dasa titah
dasawarsa dasa warsa
  • Dari awalan satuan: kilo-, mega-, tera-, giga-, senti-, mikro- dan sebagainya

Contoh, silakan dilengkapi

Benar

Salah

kilogram kilo gram
megawatt mega watt
terabita tera bita
gigaohm giga ohm
sentimeter senti meter
mikroorganisme mikro organisme
  • Dari bahasa lain: a-, adi-, anti-, antar-, e- (dengan tanda hubung), ekstra-, hiper-, juru-, ko-, kontra-, inter-, intra-, maha-, manca-, mara-, multi-, nara-, non-, pan-, pasca-, per-, peri-, pra-, pro-, purna-, purwa-, sub-, super-/supra-, swa-, tuna-, tele-, wira-, dan sebagainya.

Contoh, silakan dilengkapi

Benar

Salah

amoral a moral
asusila a susila
antarnegara antar negara
antarwarga antar warga
ekstrakurikuler ekstra kurikuler
kontrarevolusi kontra revolusi
mahaagung maha agung
maha pengasih mahapengasih
nonblok non blok
non-Indonesia non Indonesia
perilaku peri laku
peri keadilan perikeadilan
pascapanen pasca panen
semiprofesional semi profesional
subbagian sub bagian
supersibuk super sibuk
tunakarya tuna karya
ultramodern ultra modern

Catatan:

  1. Unsur ‘maha-‘ dan ‘peri-‘ sebagai unsur gabungan ditulis serangkai dengan unsur berikutnya. Contoh: perilaku, peribahasa, mahabaik, mahakasih. Apabila kata berikutnya sudah berimbuhan, unsur peri dituliskan terpisah. Contoh: peri keadilan, peri kemanusiaan, maha pemurah, maha penyayang.
  2. Apabila bentuk terikat ‘non-‘, ‘anti-‘, ‘pan-‘, atau ‘pro-‘ diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf besar, di antara kedua unsur itu dibubuhkan tanda penghubung (-). Contoh: non-Indonesia, anti-Asia, pan-Amerika. Bentuk terikat ditulis dengan menyertakan tanda hubung (-) apabila:
  • Diikuti dengan kata yang huruf pertamanya kapital, misalnya: anti-Afrika
  • Diikuti dengan singkatan, misalnya: pro-PBB
  • Dari bahasa Jawa Kuna yang kemudian diserap pula oleh bahasa Melayu: mala-. Bahasa Inggris juga memiliki awalan yang memiliki arti sama “mal-” namun bahasa Indonesia yang benar menggunakan awalan “mala-”
    Contoh:

Kata

Benar

Salah

malpractice malapraktik malpraktik
malfunction malafungsi malfungsi
malabsorption malaserap malserap
maladaption malaadaptasi maladaptasi
maladjustment malasuai malsuai
maldistribution maladistribusi maldistribusi
malnutrition malagizi malgizi
malposition malasikap malsikap

Partikel ‘pun’

Partikel ‘pun’ kadang dipisah kadang disambung. Jika partikel ‘pun’ yang berpadanan dengan kata ‘saja’/’juga’, maka penulisannya dipisah (kabar pun, saya pun). Ada dua belas (12) bentuk ‘pun’ yang sudah dianggap padu harus ditulis serangkai.

Berikut daftar artikel ‘pun’ yang digabung:

Benar

Salah

Lema KBBI

adapun ada pun adapun
andaipun andai pun
ataupun atau pun atau
bagaimanapun bagaimana pun
biarpun biar pun biarpun
kalaupun kalau pun kalaupun
kendatipun kendati pun kendati
maupun 1 maupun
meskipun meski pun meski
sekalipun 2 sekalipun
siapapun siapa pun siapa (terpisah)
sungguhpun sungguh pun sungguhpun
walaupun walau pun wala
  • 1 Khusus untuk partikel ‘pun’ pada “maupun” dapat ditulis secara terpisah karena frasa ‘mau pun’ dapat bermakna ’walau mau’, misalnya dalam kalimat ‘mau pun ia sudah tidak bisa lagi’.
  • 2 Khusus untuk partikel ‘pun’ pada “sekalipun” dapat ditulis secara terpisah karena frasa ‘sekali pun’ dapat bermakna ’satu kali juga’, atau ‘meski satu kali’, atau ‘walau satu kali’, atau dalam frasa superlatif, misalnya dalam kalimat ‘orang baik sekali pun terkadang berbuat jahat’.

Partikel per

Partikel per harus ditulis terpisah jika:

  1. berarti “tiap”: per meter, per orang;
  2. berarti “mulai”: per Oktober, per April;
  3. berarti “demi”: satu per satu.

Selain dari ketiga kasus tersebut, bentuk terikat “per-” yang berarti pecahan dan yang tergolong imbuhan ditulis serangkai, misalnya: lima persen, dua pertiga, tujuh persembilan, seperlima, perhatikan, perbaiki, permudahlah, persatukan.

Tanda baca

Tanda koma

Sebelum kata-kata berikut tidak boleh ada tanda koma.

  • bahwa, karena, agar, sehingga, walaupun, meskipun, kendatipun, apabila, jika, supaya, ketika, sebelum, sesudah, andaikata, sungguhpun, sekalipun, setelah, dan sebagainya.

Ungkapan penghubung antarkalimat diikuti tanda koma.

  • oleh karena itu, padahal, malah, oleh sebab itu, meskipun begitu, lagi pula, kalau begitu, selain itu, bahkan, jadi, namun, meskipun demikian,

Tanda hubung

  • se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital, misalnya: se-Jakarta, se-Jawa Barat
  • ke- dengan angka atau huruf kapital, misalnya: ke-25, ke-Allahan
  • angka dengan -an, misalnya: 2000-an
  • singkatan huruf kapital dengan imbuhan atau kata, misalnya: di-PTUN-kan, mem-PHK.

Bentuk terikat dapat pula ditulis dengan menyertakan tanda hubung (-) apabila:

  • Diikuti dengan kata yang huruf pertamanya kapital, misalnya: anti-Amerika, pro-Megawati
    • Diikuti dengan singkatan, misalnya: pro-PBB
  • Diikuti dengan kata yang sudah berimbuhan, misalnya: pro-kemerdekaan
  • Diikuti dengan frasa, misalnya: pasca-gempa bumi

Awalan

Awalan di-/ke- dan kata depan di/ke

Kata depan “di” yang menyatakan arah atau tempat dan merupakan jawaban atas pertanyaan “Di mana?” ditulis terpisah.

Benar

Salah

di antara diantara
di akhir diakhir
di atas diatas
di awal diawal
di bagian dibagian
di bawah dibawah
di belakang dibelakang
di dalam didalam
di dekat didekat
di depan didepan
di hadapan dihadapan
di jalan dijalan
di kanan dikanan
di kiri dikiri
di luar diluar
di mana dimana
di muka dimuka
di pusat dipusat
di rumah dirumah
di samping disamping
di saat disaat
di sana disana
di sebelah disebelah
di seberang diseberang
di sekeliling disekeliling
di sekitar disekitar
di seluruh diseluruh
di sini disini
di sisi disisi
di situ disitu
di tanah ditanah
di tempat ditempat
di tengah
di tengah-tengah
ditengah
ditengah-tengah
di tepi ditepi
di tiap
di tiap-tiap
ditiap
ditiap-tiap

Beberapa kata yang memiliki arti beda jika ditulis terpisah. Kata-kata ini khusus untuk kata dasar yang dapat berfungsi sebagai kata benda (penunjuk tempat) sekaligus kata kerja. Beberapa contohnya

  • Dibalik = bentuk pasif dari Membalik
  • Di balik = di bagian sebaliknya
  • Dikarantina = bentuk pasif dari Mengarantina
  • Di karantina = di (tempat) karantina
  • Disalib = bentuk pasif dari Menyalib
  • Di salib = di (atas) salib
  • dan lain-lain,

Beberapa kata dapat diberi konfiks “di-kan”, misalnya “diseberangkan”, atau konfiks “di-i”, misalnya “diawali”

“Ke” yang menyatakan arah dan dapat menjawab pertanyaan “Ke mana?” ditulis terpisah.

Benar

Salah

ke atas keatas
ke bawah kebawah
ke belakang kebelakang
ke dalam kedalam
ke depan kedepan
ke hadapan kehadapan
ke kanan kekanan
ke kiri kekiri
ke mana kemana
ke sana kesana
ke samping kesamping
ke tempat ketempat

Penulisan preposisi ke- yang ditulis serangkai hanyalah untuk

  1. kepada, kemari, dan keluar (sebagai lawan kata “masuk”, untuk lawan kata “ke dalam”, penulisan harus dipisah, “ke luar”).
  2. “kemeja” (baju), yang artinya berbeda dari “ke meja”
  3. Untuk menunjuk pada suatu bilangan ordinal, gunakan awalan ‘ke-‘ (kedua anak ini, kelima buku itu)
  4. Untuk menunjuk pada suatu bilangan kardinal, gunakan kata depan ‘ke’ (anak ke-2, buku ke-5)
  5. Beberapa kata dapat diberi konfiks “dike-kan”, misalnya “depan”->”dikedepankan”, “mana”->”dikemanakan”, “samping”->”dikesampingkan”, atau konfiks “ke-an”, misalnya “dalam”->”kedalam, kedalaman”

Awalan peN- dan meN-

Jika diikuti k/p/t/s

  • Jika kata dasar berawalan konsonan ganda, maka tidak luluh
    • Perkecualian: Pemrograman, bukan pemprograman
  • Jika kata serapan masih belum umum dipakai
  • Jika awalan adalah “memper-“, termasuk “memperhatikan”, bukan “memerhatikan”
  • menyomasi, menyosialisasi, menyukseskan, menerjemahkan,
  • memunyai atau mempunyai, menurut KBBI mempunyai. KBBI menyatakan bahwa bentuk yang baku adalah mempunyai dengan alasan bahwa asal katanya adalah empu, bukan punya, meskipun entri ini tetap saja diletakkan sebagai sublema punya. Hal ini menjadi polemik sehingga sebagian orang memilih menggunakan kata memiliki.

Jika diikuti kata dasar bersuku satu

  • Mendapatkan sisipan /-nge/ bila diikuti dengan awalan /me-/ atau /pe-/: Mengebom/pengebom, mengecat/pengecat, mengecor/pengecor, mengelap/pengelap, mengelas/pengelas, pengepakan/mengepak, pengesahan/mengesahkan, pengetikan/mengetik

Lainnya

  • Pengantara -> perantara

Awalan ber- dan ter- yang diikuti suku kata berakhiran /er/

Awalan /ber-/ dan /ter-/ akan menjadi /be-/ dan /te-/ jika melekat pada kata dasar yang suku pertamanya mengandung /er/. Contoh : bekerja (bukan berkerja)

Huruf-huruf yang hampir sama bunyinya

Huruf-huruf dalam kata-kata berikut ini kadang-kadang saling tukar-menukar

Huruf vokal

Huruf a dan e

Huruf a menjadi e

Benar

Salah

akta akte
esai esei
frasa frase
kendaraan kenderaan
manajemen menejemen
manajer menejer
masjid mesjid
Rabu Rebo
saksama seksama
sekadar sekedar
sanggama senggama

Huruf e menjadi a

Benar

Salah

aritmetika aritmatika
metode metoda
meterai materai, meterei
kalender kalendar
kedaluwarsa kadaluwarsa
kategori katagori
parlemen parlamen
sekuler sekular
seluler selular
survei survai

Huruf a dan i

Huruf a menjadi i

Benar

Salah

formal formil
trotoar trotoir

Huruf e dan i

Huruf e menjadi i

Benar

Salah

antre antri
apotek, apoteker apotik
atlet, atletik atlit
atmosfer1 atmosfir
cedera cidera
cendekiawan cendikiawan
cenderamata cinderamata
debit debet
definisi difinisi
dekret dekrit
desain disain
deskripsi diskripsi
diskotek diskotik
eksem eksim, exim
faedah faidah
ekstrem
ekstremis
ekstrim
ekstrimis
komplet komplit
konkret konkrit, kongkrit, kongkret
kredit kridit
museum musium
penalti pinalti
peranti piranti
pensil pinsil
personel personil
sistem sistim
teoretis teoritis
video vidio

Huruf i menjadi e

Benar

Salah

cengkih cengkeh
hakikat hakekat
intelijen intelejen
kaidah kaedah
kempis kempes
nasihat
penasihat
nasehat
penasehat
praktik, praktikum praktek, praktekum
risiko resiko
ritsleting retsleting
Senin Senen

Huruf e dan u

Huruf e menjadi u

Benar

Salah

penggawa punggawa

Huruf e dan o

Huruf o menjadi e

Benar

Salah

nomor nomer

Huruf i dan u

Huruf u menjadi i

Benar

Salah

bus bis

Huruf o dan u

Huruf o menjadi u

Benar

Salah

kantong kantung
khotbah khutbah
mandor mandur
roboh rubuh
pastor pastur
sopir supir

Huruf u menjadi o

Benar

Salah

babun babon (dimaknai jenis kera)
guncang goncang
gua goa
kaus kaos
kukuh kokoh
kumulatif komulatif
kolumnis kolomnis
lubang lobang
limusin limo, limosin
mangkuk mangkok
Rabu Rebo
saus saos
sup sop
surga sorga
tegur tegor
telur telor
ubrak-abrik obrak-abrik

Gugus vokal ua/ue/ui menjadi wa/we/wi

Benar

Salah

ekuivalen ekwivalen
frekuensi frekwensi
konsekuensi konsekwensi
kuadran kwadran
kuadrat kwadrat
kualifikasi kwalifikasi
kualitas
kualitatif
kwalitas, kwalitet
kwalitatif
kuantitas
kuantitatif
kwantitas
kwantitatif
kuantum kwantum
kuartal kwartal
kuintal kwintal
kuitansi kwitansi
khawatir kwatir atau kuatir

menjadi “ku” hanyalah pada kata “dakwa”

Gugus wa menjadi ua

Benar

Salah

jadwal jadual

diserap dari bahasa Arab jadwaal

Diftong ie

Diftong ini hanya diucapkan seperti “i” dengan huruf “e” yang pelan, jadi orang kadang menafsirkan bahwa penulisannya menggunakan “i”:

Benar

Salah

hierarki hirarki
karier karir

Huruf konsonan

Huruf f, p, dan v

Huruf f menjadi p/v

Benar

Salah

aktif aktip, aktiv
daftar daptar
efektif efektip, epektif, epektip
Februari Pebruari
fisik pisik
fondasi pondasi
foto photo
fotokopi photokopi
hafal hapal
insaf insap, insyap
konferensi konperensi
kreatif kreatip, kreativ
maaf maap
negatif negatip, negativ
objektif objektip, obyektip, obyektif
pasif pasip, pasiv
positif positip, positiv
produktif produktip, produktiv
saraf sarap
sertifikat sertipikat
subjektif subjektip, subyektip, subyektif
tarif tarip
transitif transitip, transitiv

Lihat pula akhiran -iti/-itas biasanya, orang suku sunda, dipengaruhi oleh bahasa daerah, mengucapkan f menjadi p. Lihat Bahasa Sunda

Huruf p menjadi f

Benar

Salah

paham faham
pikir
berpikir
fikir
berfikir
telepon telefon*, telfon, telpon, tilpon
napas nafas
permak vermak*
pulpen vulpen*

*Dari bahasa Belanda (telefoon, vermaak, vulpen)

Huruf v menjadi f/p

Benar

Salah

aktivis aktifis
konveksi konfeksi
motivasi motifasi
November Nopember
provinsi propinsi

Huruf b dan p

Huruf p menjadi b

Benar

Salah

baptis babtis
lembap lembab

Huruf b menjadi p

Benar

Salah

Sabtu Saptu

Huruf d dan t

Huruf d menjadi t

Benar

Salah

nekat nekad
skuat skuad
bejat bejad

Huruf t menjadi d

Benar

Salah

otoped otopet
tekad tekat

Huruf g dan j

Huruf g menjadi j

Benar

Salah

genius
margin
marginal
jenius
marjin
marjinal

Huruf j dan y

Huruf j menjadi y

Benar

Salah

objek obyek
objektif obyektif, obyektip
subjek subyek
subjektif subyektif, subyektip

Huruf y menjadi j

Benar

Salah

proyek projek

Huruf s dan z

Huruf s menjadi z

Benar

Salah

asas azas

Huruf z menjadi s

Benar

Salah

ijazah ijasah
jenazah jenasah
plaza plasa

Huruf t menjadi th

Benar

Salah

batin bathin
katolik katholik
ortografi orthografi
patogen pathogen
teologi theologi (namun S.Th. untuk Sarjana T[h]eologi)

Huruf z menjadi j

Benar

Salah

izin ijin
rezeki rejeki, rizki, riski, rizqi
rezim rejim
zaman jaman
zamrud jamrud
zina
perzinaan
jinah
perjinahan

 

 

Gugus -er- dan -r-

Bagian kata -er- sering kali mengalami salah tulis. Meskipun dalam pengucapannya huruf “e” dalam “-er-” hanya dieja dengan pelan, namun beberapa kata penulisannya menggunakan “-er-” dan beberapa kata lainnya hanya “-r-” saja, yaitu pada gugus konsonan -dr-, -pr-, dan -tr.

Kata-kata yang penulisannya menggunakan “-er-“:

Benar

Salah

anugerah anugrah
indera indra
jenderal jendral
keripik kripik
kerupuk krupuk
menteri mentri
negeri negri
Prancis Perancis
seberang
menyeberang
sebrang
menyebrang
Sumatera Sumatra
terampil trampil

Kata-kata yang penulisannya menggunakan “-r-“:

Benar

Salah

cendrawasih cenderawasih
istri isteri
justru justeru
kesatria ksatria, satria
prajurit perajurit
putra putera
putri puteri
samudra samudera
sastra sastera
sutra sutera
trompet terompet

 

Gugus konsonan kh

Bagian kata -kh- hanya diucapkan seperti “k” dengan huruf “h” yang pelan, jadi orang kadang salah menulis menggunakan “k” atau “h” saja:

Benar

Salah

ikhlas iklas
ikhtisar iktisar
khafilah kafilah, kalifah, khalifah
khawatir kawatir, kwatir, kuatir
khotbah kotbah
makhluk makluk, mahluk, mahkluk
nakhoda nahkoda, nakoda
takhta tahta

Beberapa kata juga sering ditulis menggunakan “-kh-” padahal yang benar hanya “k” atau “h” saja:

Benar

Salah

ahli akhli
anarki anarkhi
karisma
karismatik
kharisma
kharismatik
maksud mahsud, makhsud
rahmat rakhmat
teknik tekhnik, tehnik
teknologi tehnologi

Gugus konsonan ks menjadi x

Benar

Salah

ekspor expor
ekstra extra
kompleks komplex, komplek
seks sex
taksi taxi

 

Gugus konsonan sy

Benar

Salah

insaf insyaf
saraf syaraf
surga syurga
masyhur mashur, masyur, mahsyur, mashyur

Gugus konsonan dz

Benar

Salah

muazin muadzin
azan adzan
ustaz ustadz, ustad
ustadzah
zikir dzikir
zuhur dzuhur, dhuhur, zhuhur

Akhiran

Akhiran -is/-a

Umumnya berasal dari akhiran bahasa Inggris “-ize”:

Benar

Salah

analisis analisa
diagnosis diagnosa
hipotesis hipotesa
sintesis sintesa

Akhiran -itas/-iti

Umumnya berasal dari akhiran bahasa Inggris “-ity”, beberapa menjadi akhiran “-iti”, dan beberapa menjadi “-itas”. Kata-kata yang penulisannya menggunakan “-itas” :

Benar

Salah

aktivitas aktiviti, aktifitas (tapi aktif, bukan aktiv*)
efektivitas efektifitas*
komunitas komuniti
kreativitas kreatifitas*
produktivitas produktifitas*
realitas realiti, realita
selebritas selebriti
sportivitas sportifitas*
universitas universiti
utilitas utiliti (bukan kesalahan umum)
validitas validiti

* Aturan untuk kata serapan utuh ini juga berlaku untuk kata yang diserap dari kata bahasa Inggris berakhiran -ivity yang lain

Akhiran -asi/-ir

Benar

Salah

wikt:dilokalisasi dilokalisir
wikt:didramatisasi didramatisir
wikt:dipolitisasi dipolitisir
wikt:dinetralisasi dinetralisir
wikt:dikonfrontasi dikonfrontir
wikt:mendominasi mendominir
wikt:koordinasi koordinir
wikt:proklamasi proklamir
wikt:terorganisasi terorganisir
wikt:terealisasi terealisir

Pengaruh imbuhan

Imbuhan dalam bahasa Indonesia kadang membingungkan bagi sebagian orang. Peluluhan maupun awalan yang mirip kadang-kadang menjadi sumber kerancuan. Berikut kata-kata yang sering salah bentukan berimbuhannya:

  • kata dasar ubah (dipengaruhi pengucapan be·ru·bah/pe·ru·bah·an, alih-alih ber·u·bah/per·u·bah·an):

Baku

Tidak baku

ubah rubah, robah
diubah dirubah
mengubah merubah
  • beberapa kata dasar yang dimulai dengan “tel…” salah diberi imbuhan “ter-“+”l…”

Baku

Tidak baku

telanjur terlanjur
telantar terlantar
telentang terlentang
  • Kata benda dengan kata kerja:

Kata benda

Kata kerja

pelepasan penglepasan
penglihatan pelihatan (dari dasar “kelihatan”)
permukiman pemukiman
perumahan pengrumahan (untuk maksud dari housing maupun PHK)
persewaan penyewaan

c dan s

  • kata dasar berawalan “c” dan “s”:

Baku

Tidak baku

cinta
mencintai
menyintai
colok
mencolok
menyolok
sontek
menyontek
contek (Ingat!)
mencontek
  • “Pencucian” dari kata dasar “cuci” sedangkan “Penyucian” dari kata dasar “suci”

m dan p

  • kata dasar “mungkir” (dipengaruhi turunan “memungkiri” sehingga disangka kata dasarnya “pungkir”)

Baku

Tidak baku

mungkir
dimungkiri
kumungkiri
kaumungkiri
pungkir (Ingat!)
dipungkiri
kupungkiri
kaupungkiri
  • kata “(Indonesia) pohon: KBBI. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka, 2002″ (dalam arti: me·mo·hon – meminta dengan hormat, yang masih dipakai di dalam bahasa Malaysia) dengan “mohon”
  • kata “pinta” dan “minta”
  • pampat — mampat, pepet — mepet, pangkal — mangkal

n dan t

  • kata dasar berawalan “t” yang luluh jika diberi imbuhan me-

Baku

Tidak baku

tampak
tampaknya
nampak (Ingat!)
nampaknya
  • tongkrong — nongkrong

Huruf kapital

Baku

Tidak baku

Anda anda (karena merupakan kata sapaan, seperti “Bapak”, “Ibu”, dll)

Ditambah satu huruf

Benar

Salah

andal handal
anutan panutan
bakti bhakti
Cina China
darma dharma
diktator diktaktor
ekspor eksport
embus hembus
gladi geladi
hadis hadits, hadist
harfiah harafiah
imbau himbau
impor import
isap hisap
interpretasi interprestasi
kanker kangker
kongres konggres
lanskap lansekap
magrib maghrib
modern moderen
paspor pasport
peduli perduli
Ramadan Ramadhan
Sri Lanka Sri Langka
salat shalat, sholat
silakan silahkan (Ingat!)
standar
tapi: standardisasi
standard
utang hutang

Tanda hamzah

Tanda hamzah digunakan untuk memisahkan pelafalan yang berbeda dari kaidah pada umumnya. Misalnya kata “Jumat” menurut pelafalan bahasa Indonesia dieja Ju·mat, namun karena merupakan kata serapan, maka ejaannya mengikuti ejaan aslinya, yaitu Jum·at. Tanda hamzah atau tanda hambat glotal dalam ortografi bahasa Arab melambangkan bunyi hambat glotal tersebut, demikian juga dengan huruf vokal ganda di tengah-tengah kata seperti “ma·af” dan “ta·at”, namun pada penulisan bahasa Indonesia modern sudah tidak digunakan lagi. Tanda hamzah juga terkadang digunakan untuk menggantikan bunyi ‘k’ glotal di tengah-tengah kata seperti “la(k)’·nat”, “mu(k)’ji·zat”, dan “ni(k)’·mat”

Benar

Salah

doa do’a
Jumat Jum’at
laknat la’nat
maaf ma’af
mukjizat mu’jizat, mujizat, mujijat
nikmat ni’mat
rakaat raka’at
taat ta’at

Dikurang satu huruf

Benar

Salah

ambulans ambulan
Australia Australi
detail detil
depot depo
ensiklopedia ensiklopedi
elite elit
frustrasi frustasi
Italia Itali
karena karna
kelenteng klenteng
kerlap-kerlip kelap-kelip
konstruksi kontruksi
massal masal*
merek merk
respons
direspons
respon
diresponi
setir stir
Singapura Singapur
standardisasi standarisasi[16]
tapi dari kata dasar: standar
varietas varitas
  • Dari kata massa, bukan masa

Sama namun beda (homofon)

Berikut beberapa pasang kata yang bunyinya sama (homofon) atau hampir sama, namun artinya jauh berbeda. Hati-hati dalam memilih kata-kata berikut:

  • analisis (verba), analitis (adjektifa)
  • hipnosis (=sugesti, nomina), menghipnosis (verba), hipnotis (adjektiva)
  • ialah (=ia adalah), adalah (=yaitu)
  • pernyataan (=menyatakan sesuatu), pertanyaan (=bertanya sesuatu)
  • sangsi (=ragu-ragu), sanksi (=konsekuensi atas perilaku yang tidak benar, salah)
  • sarat (=penuh), syarat (=kondisi yang harus dipenuhi)
  • tolok (=imbangan), tolak (=dorong) dalam frasa ‘tolok ukur’
  • ubah (=mengganti) – mengubah, rubah (=serigala)

Dua bentuk satu makna

  • seludup dan selundup

Bentuk mirip makna berbeda

Bentuk mirip makna berbeda

  • acu (mengacu) – acuh (mengacuhkan)
  • asa (harapan; putus asa) – asah (mengasah pisau)
  • basa (asam basa) – basah (kena air)
  • dakwa – dakwah
  • gaji – gajih (lemak)
  • kontan – konstan
  • massa – masa (waktu)
  • mega (awan) – megah
  • menentang – menantang
  • menjaring (jaring) – menyaring (saring)
  • menyucikan (suci) – mencucikan (cuci)
  • papasan – pampasan
  • peri – perih
  • sah – syah (raja)
  • sarat – syarat
  • tua – tuah (bertuah)
  • tunjuk – unjuk
  • mengaji, pengajian – mengkaji, pengkajian
  • sendawa (bahan kimia kalium nitrat atau KNO3) – serdawa (bunyi yg keluar dr kerongkongan)
  • beruang – ber-uang
  • beri-kan – ber-ikan
  • kemeja hijau – ke meja hijau
  • digulai (gulai) – digulai (gula)
  • mimpikan (=mengalami dalam mimpi) – impikan (=dambakan)
  • orang tua (=orang sudah tua) – orangtua (ayah-ibu)
  • keluar (kata kerja) – ke luar (kata keterangan)

Anomali / belum dikategorikan

Benar

Salah

amfibi amphibi
anggota anggauta
anjlok anjlog
bolpoin* bolpen
cabai cabe, cabay
diferensial differensial
durian duren
e-mail email, imel
faksimile faksimili, faksimil
goblok goblog
gubuk gubug
imajinasi imaginasi
kalau kalo
kuota kwota
lafaz lafal
mazhab mahzab
miliar milyar
misi missi
mulia mulya
negosiasi negoisasi
otomotif automotif
paralel pararel
pasca paska
persen prosen
petai pete, petay
profesor proffesor
ramai rame
rapor rapot
relaks rileks
relaksasi rileksasi
remunerisasi renumerisasi
sekretaris seketaris, sekertaris
sentosa sentausa
stroberi strawberi, strawbery
takwa taqwa
taoge tauge, toge
teladan tauladan
tobat taubat
triliun triyun
visi vissi

Jangan lupa untuk meninggalkan jejak di CATATAN PENGUNJUNG

Sumber : http://id.wikipedia.org

Iklan

saya cinta Indonesia

Ditulis dalam Artikel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

STATISTIK
  • 265,990 Kunjungan