Fenomena “MAGANG” (Mahasiswa Berdagang)

Fenomena mahasiswa berdagang yang biasa kita temui di lorong kelas (biasanya di kampus E, Kelapa Dua) semakin menjamur. “MAGANG” (Mahasiswa Berdagang) ialah sekelompok mahasiswa yang memanfaatkan momen-momen berharga untuk menjual makanan seperti roti dan kue-kue lainnya kepada mahasiswa, Magang bisa ditemukan pada saat istirahat makan siang, antara jam 11 sampai jam 1 siang, bahkan tidak sedikit dari mereka yang menawarkan dagangannya ke kelas-kelas yang tidak sedang dalam belajar-mengajar.

Makanan merupakan salah satu objek terbesar yang sering dipilih mahasiswa, karena waktu mahasiswa dengan jadwal perkuliahan yang super padat, menjadikan mereka tidak mempunyai waktu untuk sarapan ataupun sekeder pergi ke warteg, dan inilah target mereka yang menjajakan makanannya. Berangkat lebih pagi merupakan sebuah kebiasaan bagi mereka. Selain mereka membuat sendiri, ada juga yang memasok makanan dari orang lain yang memiliki waktu untuk membuatnya. Disinilah, mereka dituntut untuk lebih kreatif dalam mengolah berbagai jenis bahan makanan, agar terbentuknya hidangan baru yang lebih menarik, agar mampu mempertahankan konsumen, dan kemudian diaplikasikan kedalam kampus.

Magang atau biasa disebut mahasiswa kuda-kuda (kuliah dagang kuliah dagang) semakin populer pada desember akhir 2013, sekelompok pemuda terlihat membawa sekantong plastik hitam besar atau tempat yang biasa digunakan untuk menyimpan kue dengan kapasitas banyak menyusuri lorong-lorong kelas di Gedung 1, 2, 3, 4, sampai 5 kampus E, Universitas Gunadarma. Tanpa sungkan mereka mendatangi kerumunan mahasiswa dan menjajakan isi plastik tadi yang ternyata kue-kue basah dan roti, seraya berkata “kakak boleh di coba kak, Rp 2000,- aja kok kak”, Entah mahasiswa angkatan berapa atau jurusan apa sekelompok Magang tersebut.

Mahasiswa, bukan perkara mudah untuk menjadi mahasiswa, dan pula untuk bertahan dalam status mahasiswa. Menjadi mahasiswa merupakan sebuah simulasi kecil dalam kehidupan nyata, bukan hanya dalam hal perkuliahannya, melainkan sebuah kehidupan kampus yang membentuk sebuah kelompok sosial didalamnya kita dituntut untuk lebih aktif dan kreatif, agar mampu bersaing dengan mahasiswa lain baik dalam hal akademik maupun sosial masyarakat untuk mempertahankan status mahasiswanya. Dengan lagi kehidupan mahasiswa yang sebagian besar adalah anak kost, yang tinggal jauh dengan kedua orang tua mereka. Sebagai mahasiswa juga masih berlaku hukum alam, siapa yang kuat ia yang mampu bertahan hidup.

Ada banyak faktor yang membuat mereka memilih menjadi “MAGANG”, pertama memang faktor ekonomi keluarga, kedua faktor kebutuhan mahasiswa yang berada diluar akademik dan membutuhkan biaya tambahan, ketiga jiwa enterpreuner yang telah tertanam, keempat mencari pengalaman, dsb.

Ada dua hal bertahan hidup disini, bertahan hidup dalam hal akademik dan bertahan hidup dalam hal ekonomi. Bagi mereka yang memilih akademik biasanya menghabiskan waktu di kamar kost, perpustakaan kampus H, belajar bersama di Ilong, ataupun hal lain yang menunjang akademik. Mereka ingin mendapat beasiswa, serta lebih cepat lulus ataupun lulus dengan predikat yang tinggi, dan inilah cara mereka untuk membantu dan membanggakan orang tua. Namun bagi mereka yang memiliki jiwa enterpreuner, dan ingin membantu kedua orang tua akan berusaha untukmengembangkan pikiran mereka untuk berkreasi agar dapat bertahan dan membiayai hidup atau kuliah sendiri.

Jadi, apa salahnya jika kita sengaja tidak sarapan dan membeli dagangan Magang.

Iklan

saya cinta Indonesia

Ditulis dalam Artikel, Coret Cepret, TULISAN
One comment on “Fenomena “MAGANG” (Mahasiswa Berdagang)
  1. […] BACA JUGA : Fenomena “MAGANG” (Mahasiswa Berdagang) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

STATISTIK
  • 265,970 Kunjungan