Dalam Kebodohankah Bangsaku ?

Pertanyaan seperti judul di atas selalu mengganggu pikiran saya jika melihat fenomena yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita, yang latah memuja memuji tokoh tertentu padahal sosok tokoh itu tidak layak diberikan puja puji.

DALAM KEBODOHANKAH BANGSAKU ? yang terlalu mudah terkecoh dengan pencitraan dan opini sesaat akibat rekayasa oleh pihak tertentu untuk memberikan kesan baik terhadap yang difigurkan,  yang sesungguhnya tidak layak difigurkan ?

DALAM KEBODOHANKAH BANGSAKU ? yang tidak pernah mau belajar dari pengalaman pahit ditipu para penjahat bertopeng malaikat. Banyak tokoh yang semula disanjung dan diteladani, kemudian terbukti tidak lebih dari seorang penipu. Ketika mereka kabur, tinggalah rakyat korban penipuannya menangis menderita meratapi kerugiannya.

DALAM KEBODOHANKAH BANGSAKU ? hingga terlalu mudah percaya berita dan opini yang dibentuk pemberitaan media mengenai karakter, integritas dan kredibiltas seorang tokoh. Tidak adakah mekanisme check and recheck yang semestinya dilakukan sebelum memberi kepercayaan besar atas sebuah amanah yang sangat menentukan nasib dan masa depan seluruh rakyat Indonesia.

Tidakkah sesuatu pencitraan yang berlebihan semestinya membuat kita lebih berhati – hati dalam menilai figur seseorang. Bagaimana mungkin kita mempercayai bahwa tidak ada udang di balik batu dari sebuah realitas pencitraan sedemikian banyak media terhadap seseorang tanpa terlebih dahulu kita menganalisa apa sebenarnya tujuan pencitraan tersebut dan siapa pelaku atau sutradaranya.

Begitu nyata dengan kasat mata, adanya rekayasa pencitraan yang dibangun secara sistmatis, masif, terencana dan pasti menghabiskan uang yang sangat besar untuk pencitraan figur saat ini, layak  dan sangat perlu diwaspadai.

Pencitraan terhadap figur dilakukan oleh sebuah tim pencitraan yang lengkap, berpengalaman, terdiri dari berbagai kelompok yang bertugas dan bertanggungjawab untuk membentuk citra diri figur sesuai dengan keinginan rakyat atau target yang ditetapkan tim konsultan pencitraan Figur.

Berdasarkan pengamatan, yang sudah lama mencurigai adanya maksud jahat terselubung dari pihak tertentu terkait pengorbitan figur sebagai ‘tokoh nasional, tokoh terpopuler, calon presiden terbaik’ dan seterusnya, terlihat jelas rekayasa pencitraan Figur.

saya cinta Indonesia

Ditulis dalam Artikel, Indonesiaku, TULISAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

STATISTIK
  • 255,193 Kunjungan