Mengenang Hari Pahlawan

1555409_727072497382909_4715884090354690409_n

Tanpa Mereka, apalah kita sekarang, JasaMu selalu terkenang di hati Pahlawanku.

10 November 1945, tepat 85 hari setelah hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 terjadilah perang besar di latarbelakangi dengan adanya perbedaan persepsi tentang kepemilikan senjata. Pertempuran antara Indonesia melawan negara sekutu yakni Inggris dan Belanda.

Bung Tomo, yap dengan nama asli “Sutomo”. Siapa yang tak kenal, namanya menghiasi nama-nama jalan tersebar di seluruh kota maupun pelosok negeri ini, Monumen Tugu Pahlawan beserta museum berisi peninggalan bung tomo di Surabaya yang dibangun untuk mengenang jasa beliau beserta prajurit yang gugur dalam pertempuran yang dikenal dengan “Battle Of Surabaya”.

Betapa membaranya semangat para pejuang kita pada hari itu, dengan bermodalkan senjata hasil rampasan tentara Jepang yang menyerah tanpa syarat dan pergi meninggalkan Indonesia, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sebagai alat negara juga telah dibentuk, menantang habis-habisan negara sekutu Inggris dan Belanda.

Pejuang yang dipimpin Bung Tomo berjumlah 20.ooo prajurit hanya menyisakan 4.000 prajurit dan 16.000 pejuang kita gugur. Sedangkan sekutu menurunkan 100.000 pasukan, didukung tank, pesawat tempur, dan kapal perang. Yang tewas hanya 2.000 orang.

Dalam waktu 3 hari, tentara Inggris memang berhasil menguasai kota Surabaya, tetapi serangan-serangan dari Tentara Keamanan Rakyat dan rakyat di Surabaya berlangsung selama sekitar 3 minggu. Tentara Inggris sangat kewalahan menghadapi pertempuran itu sampai harus mendatangkan bala bantuan dan memborbardir kota Surabaya dengan pesawat terbang dan kapal perangnya.

Walaupun akhirnya tentara Inggris berhasil menguasai kota Surabaya, namun pertempuran itu menjadi sebuah bukti bahwa Indonesia sudah menjadi suatu negara yang berdaulat dan rakyat Indonesia sepenuhnya mendukung kemerdekaan itu sampai rela berjuang mati-matian demi mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan ini. Pertempuran itu juga menjadi semacam pembangkit semangat seluruh rakyat Indonesia untuk tetap mempertahankan kemerdekaan yang diproklamirkan 17 Agustus 1945.

Pemerintah Indonesia akhirnya menetapkan tanggal 10 November 1945 sebagai Hari Pahlawan demi menghormati semangat juang arek-arek Suroboyo (sebutan untuk rakyat di Surabaya) yang berjuang mempertahankan kedaulatan sampai gugur dimedan perang.

Mari kita doakan para pejuang-pejuang yang telah gugur agar masuk surga. aamiin…

Selalu Menghargai Perjuangan Pahlawan.
Selalu Menjaga Negara Kedaulatan Republik Indonesia.
Selalu Cinta Indonesia.

saya cinta Indonesia

Ditulis dalam Artikel, Indonesiaku
One comment on “Mengenang Hari Pahlawan
  1. elyna fazriyati mengatakan:

    sekian lama belajar sejarah, baru ngeh kalo arek suroboyo yang ngelawan sekutu itu jumlahnya hanya seperlima aja. bener bener harus memperdalam ilmu sejarah lagi nih saya *tarik iket kepala*
    betewe selamat hari pahlawan ^^ maap kelewat telat. hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

STATISTIK
  • 255,135 Kunjungan